Bias Hasil SEO
Dibilang efek negatif SEO, bisa iya bisa ngga. Balik lagi ke usernya juga yah…
Tetapi ini adalah dampak jangka panjang bagi kebanyakan pengguna internet yang masih dipengaruhi budaya pasif hasil bertahun-tahun nonton televisi. Padahal budaya menggunakan search engine menurut logika saya sudah lebih baik dan sudah mendidik user untuk lebih pro-aktif dibanding menjadi konsumen content televisi. Tapi ya memang tidak mudah mengubah mindset massal.
Anyway, hari ini saya mendapat komentar di web design blog saya di postingan Komunikasi Dua Arah ala Internet. Sudah jelas, dari judulnya, postingan tersebut bukan membahas teori yang berkaitan dengan Komunikasi Dua Arah. Tetapi secara spesifik bermaksud untuk evangelisasi Internet sebagai medium komunikasi dua arah (seperti yang saya ulangi sampaikan di komentar balasan).
Masalah mis-komunikasi ini diawali dari hasil pencarian kata kunci Komunikasi Dua Arah, dimana artikel tersebut berada di halaman pertama Google SERP. Kemungkinan orang mencari artikel Komunikasi Dua Arah (maksudnya beneran artikel Komunikasi Dua Arah secara teori dan sejenisnya) nyasar ke artikel tadi cukup tinggi, mengingat kata kunci tersebut termasuk top keywords asal pengunjung yang datang ke website saya.
Meski, tetap saja jika dibaca kembali, ‘bacaan’ tersebut bukan membahas Komunikasi Dua Arah secara spesifik.
Postingan ini bukan hendak mencari siapa yang salah dan menyalahkan budaya ‘membaca tanpa mengerti’, cuma ya tetap saja ini bisa menjadi masalah karena bias SEO.
Untuk guidance, tutorial, tips SEO untuk Blog...langganan RSS feed kami!
Update Ranking 21 Agustus
Ini adalah postingan lanjutan dari artikel personal challenge Meningkatkan Ranking di Google.
Challenge di mulai pada tanggal 7 Juli 2008, saat itu website web design yang saya kelola berada di ranking 110. Kemudian saya update pada tanggal 16 Juli 2008, dalam kata kunci web design di Bali, website tersebut berada di ranking 11 atau halaman 2 Google SERP. Hari ini, website tersebut sudah berada di ranking 7 atau halaman pertama.
Hari ini saya iseng-iseng search dengan kata kunci Bali Web Design (kata kunci dambaan saya) yang menghasilkan 589.000 search queries. Di halaman pertama ada beberapa pendatang baru (atau saya yang kuper karena belum pernah liat sebelumnya) termasuk yang berada di ranking 1. Meski saya pribadi ngga tertarik melihat website mana saja yang berada di halaman pertama karena saya tahu saya ngga bisa masuk ke halaman pertama. Saya langsung ke halaman 10, CTRL+F di Firefox saya dan saya mencari kata “distorsia”. Di halaman 10 ngga ada, saya optimis, saya cek halaman 9, ngga ada juga hingga halaman 7. Saya pikir ada yang salah nih, saya cek halaman 11, 12 dan 13. Wah masak sih lebih dari halaman 13? Rasanya ngga mungkin karena seingat saya, saya membangun presence distorsia.com, ah saya coba ke halaman 6, 5, 4, ngga ada juga. Damn, dimana dia? Ketika di halaman 3, search bar di bagian bawah Firefox saya berubah warna dari warna merah (artinya kata yang dicari ngga ditemukan) menjadi hijau. Damn, DIstorsia.com ternyata sudah di posisi ranking 26!!!
Oh ya ya ya saya senang sekali. Rahasianya? Ngga ada dirty trick cuma saya mengikuti semua langkah-langkah yang digunakan di Blogger’s Guide to SEO dan tips-tips lain di blog ini.
Ingin ikutan mendapat tips-tips untuk SEO OPemula yang efektif? Langganan RSS feed Bloggers Guide to SEO lewat Feed Reader atau Email. GRATIS!!

Untuk guidance, tutorial, tips SEO untuk Blog...langganan RSS feed kami!
Google Tanpa Google
Sudah terkenal di kalangan SEO bahwa hasil pencarian Google mulai di dominasi oleh layanan Google sendiri seperti Knol (yang paling kontroversial), Blogger dan YouTube.
Sampai-sampai StartupBin membuat Google Custom Search yang memberikan hasil pencarian Google tanpa menghasilkan konten dari Google sendiri.
Nama mesin pencari ini adalah Google Minus Google. Dari halaman penjelasannya:
Search with Google without getting results from Google sites such as Knol, Blogger and YouTube.
Saya pribadi melihat ini hanya ungkapan sinis, dan para ahli SEO itu pun tidak bisa disalahkan. Mereka mengetahui bagaimana permainan dapur Google, yang juga menjadi sumber nafkah para konsultan SEO tersebut.
Saya juga berpendapat, memang sulit untuk menghentikan Google menjadi perusahaan konten meski janji mereka adalah menjadi jembatan user dan konten. Meski sudah pernah berjanji, Google akan melihat market share mereka di industri search engine sudah mencapai 70% beberapa bulan terakhir dan melihatnya sebagai peluang untuk mengarahkan jutaan pengguna search engine-nya ke layanan mereka sendiri.
Keadaan lain yang mempengaruhi keputusan Google adalah pengguna internet umum/mainstream tidak perduli akan keadaan ini. Mereka tidak mau tahu asal informasi yang mereka cari dari konten Google atau bukan. Yang penting informasi yang mereka cari bisa mereka dapatkan. Bukti lainnya adalah Google malah mendapatkan Customer Satisfaction index tertinggi berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Michigan akhir-akhir ini.
Satu-satunya kemungkinan user berpindah dari Google jika hasil pencarian Google semakin dipenuhi konten tidak bermutu (konon Blogger adalah salah satu tempat spam bercokol paling banyak di dunia, dan Knol menjadi kandidat selanjutnya). Mungkin hal tersebut akan menjadi bumerang bagi Google sendiri di masa depan.
SEO pemula seperti saya hanya bisa jadi penonton, menunggu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Untuk guidance, tutorial, tips SEO untuk Blog...langganan RSS feed kami!
Pro dan Kontra Komentar di Blog
Dari satu sisi, senang rasanya mendapat komentar di blog, tetapi di sisi lain, ada negatifnya dari sisi Search Engine Optimization.
Semakin banyak komentar di sebuah postingan, semakin runyam keyword yang anda sudah ciptakan di mata Search Engine pada artikel bersangkutan. Ujungnya, bisa-bisa postingan anda ‘kalah’ dibandingkan dengan postingan lain dengan komentar yang lebih sedikit.
Contohnya postingan ini di blog musik saya yang dicuri mentah-mentah di website lain (http://bengkelmusik.com/forum/showthread.php?t=2087 - no link love sorry :D). Sebelumnya, saya sempat mencak-mencak karena memandang Google tidak bisa ‘mengenali’ content di website mana yang asli dan dimana yang pencuri. Dari hasil pencarian dengan kata kunci judul artikel tersebut, postingan asli di website saya nomor 2 dan forum pencuri ranking 1. Tetapi, seiring waktu, diskusi di website pencuri semakin intens dan keyword-nya semakin kabur, walhasil dalam beberapa minggu postingan ‘asli’ yang komentarnya lebih sedikit, naik kembali menjadi ranking 1.
Ironis, memang. Tetapi tentunya semua kembali pada tujuan blog anda sendiri. Anda butuh komentar yang banyak dan mengelola sebuah komunitas atau memerlukan banyak pengunjung yang datang dari Search Engine yang sifat dan karakternya datang dan pergi.
Update:
Secara teori, rancunya kata kunci akibat banyak komentar bisa dicegah dengan mem-blok search engine spider untuk meng-index komentar di blog anda menggunakan robots.txt.
Untuk guidance, tutorial, tips SEO untuk Blog...langganan RSS feed kami!

