Kartu Nama Baru
Ini kartu nama website web design saya:

Halo dan Update Ranking
Meski Banyak artikel SEO yang sangat berguna yang seharusnya bisa saya bagi, akhir-akhir ini saya mengalami banyak perubahan keadaan dalam pekerjaan yang membuat saya tidak pernah sempat mengupdate blog ini.
Saya akan berusaha meluangkan waktu untuk berbagi lagi lewat Blogger’s Guide to SEO, tricks dan trips search engine optimization untuk pemula.
Sementara itu, untuk kamu yang sudah mengikuti blog ini beberapa bulan ke belakang, saya sempat membuat projek meningkatkan ranking website web design saya.
Well, baru saja saya iseng-iseng ngecek ranking, dan ternyata website web design saya sudah sampai di halaman pertama dengan kata kunci idaman saya Bali Web Design.
Caranya? No black hat, no marketing dollars, no undercharge services. Saya hanya menggunakan tips dan tricks yang ada di blog ini.
Thanks & stay tune.

Update Ranking
Ini adalah lanjutan dari personal challenge yang dimulai sejak 7 Juli 2008. Terakhir, ranking website Bali Web Design saya sudah sampai di ranking 20, dan ternyata pagi ini saya cek sudah sampai di ranking 15.
Sementara itu dengan kata kunci Bali Web Design blog, website saya sudah ranking 1!!!
Caranya? Saya mengikuti petunjuk-petunjuk dan teori-teori yang ada di website Blogger’s Guide To SEO ini. Tips-tips sederhana dan mendasar untuk mengoptimisasi keberadaan blog anda di search engine.
Ingin ikutan? Langgan RSS feed nya lewat Feed Reader atau Email GRATIS!!!
Cheers.
Backlink dari .Edu dan .Gov Bukan Segalanya
Ada pendapat bahwa mendapat backlink dari .edu dan .gov akan membantu website anda mendapat PageRank yang lebih tinggi. Sebaliknya mendapat backlink dari domain .info, yang konon tidak disukai Google, tidak akan membantu website anda mendapat PageRank.
Dalam sesi Webmaster Chat antara para webmaster dengan search engineers Google, Google memastikan bahwa All Links Treated The Same, atau semua link dianggap sama, baik itu link dari domain manapun. Yang penting, tetap saja apapun domain nya, PageRank dari link website tersebut tinggi. Jadi tidak masalah dapat backlink dari TLD manapun, yang penting link nya dari website yang PageRank nya tinggi.
Dibawah ini adalah video dari Matt Cutts yang membeberkan beberapa mitos Search Engine Optimization, yang well kurang tepat atau memang hanya sekedar mitos belaka:
Google Kanan ke Kiri
Saya termasuk manusia yang malas ngecek statistik pengunjung website. Tapi sekali ngecek biasanya selalu komprehensif. Kenapa malas? Soalnya, sebenarnya, ngecek stats itu kegiatan yang buang-buang waktu jika hanya di cek saja dan tidak melakukan langkah-langkah follow up.
Tapi, saya baru saja ngecek stats di Woopra (install di desktop), ada yang masuk berkali-kali lewat kata kunci sejenis ‘fan letter dear cristiano ronaldo‘ ke blog Manchester United yang saya kelola. Penasaran, saya cek, ternyata menggunakan domain Google dari Timur Tengah.
Kaget aja. Saya lihat di hasil pencariannya blog saya nomor 1. Pertama saya kira monitor saya rusak, ternyata tulisannya dari kanan ke kiri.
Betapa beragamnya dunia, bayangkan tanpa internet, bagaimana kita bisa berhubungan dengan orang-orang yang hidup di bagian lain di dunia ini, mampir pula ke blog kita…
Search di dalam Search dan Sitelinks
Baru saja nemu nih di hasil pencarian Google. Search langsung di hasil pencarian seperti gambar di bawah ini:
Update lain adalah saya mendapatkan Site Links pertama untuk salah satu projek musik saya yang berumur 8 bulan di hasil pencarian Google.
Yang bikin happy adalah tidak pernah ada guidance yang pasti bagaimana Google menentukan website mana yang bisa mendapat sitelink, semuanya hanya kemungkinan. Jadi, hitung saja ini hand made dari team Google, well, i’m so proud to have sitelinks in my site at SERP.

Update Ranking – Sampai di Halaman 2!
Postingan ini adalah lanjutan dari posting ini, ini dan ini.
Terakhir, ranking 26 atau halaman 3 Google SERP, hari ini saya iseng sambil update blog, sudah sampai di halaman 2 tepatnya di ranking 20.
Bali Web Design Marching on!

Update Ranking 21 Agustus
Ini adalah postingan lanjutan dari artikel personal challenge Meningkatkan Ranking di Google.
Challenge di mulai pada tanggal 7 Juli 2008, saat itu website web design yang saya kelola berada di ranking 110. Kemudian saya update pada tanggal 16 Juli 2008, dalam kata kunci web design di Bali, website tersebut berada di ranking 11 atau halaman 2 Google SERP. Hari ini, website tersebut sudah berada di ranking 7 atau halaman pertama.
Hari ini saya iseng-iseng search dengan kata kunci Bali Web Design (kata kunci dambaan saya) yang menghasilkan 589.000 search queries. Di halaman pertama ada beberapa pendatang baru (atau saya yang kuper karena belum pernah liat sebelumnya) termasuk yang berada di ranking 1. Meski saya pribadi ngga tertarik melihat website mana saja yang berada di halaman pertama karena saya tahu saya ngga bisa masuk ke halaman pertama. Saya langsung ke halaman 10, CTRL+F di Firefox saya dan saya mencari kata “distorsia”. Di halaman 10 ngga ada, saya optimis, saya cek halaman 9, ngga ada juga hingga halaman 7. Saya pikir ada yang salah nih, saya cek halaman 11, 12 dan 13. Wah masak sih lebih dari halaman 13? Rasanya ngga mungkin karena seingat saya, saya membangun presence distorsia.com, ah saya coba ke halaman 6, 5, 4, ngga ada juga. Damn, dimana dia? Ketika di halaman 3, search bar di bagian bawah Firefox saya berubah warna dari warna merah (artinya kata yang dicari ngga ditemukan) menjadi hijau. Damn, DIstorsia.com ternyata sudah di posisi ranking 26!!!
Oh ya ya ya saya senang sekali. Rahasianya? Ngga ada dirty trick cuma saya mengikuti semua langkah-langkah yang digunakan di Blogger’s Guide to SEO dan tips-tips lain di blog ini.
Ingin ikutan mendapat tips-tips untuk SEO OPemula yang efektif? Langganan RSS feed Bloggers Guide to SEO lewat Feed Reader atau Email. GRATIS!!

Google Tanpa Google
Sudah terkenal di kalangan SEO bahwa hasil pencarian Google mulai di dominasi oleh layanan Google sendiri seperti Knol (yang paling kontroversial), Blogger dan YouTube.
Sampai-sampai StartupBin membuat Google Custom Search yang memberikan hasil pencarian Google tanpa menghasilkan konten dari Google sendiri.
Nama mesin pencari ini adalah Google Minus Google. Dari halaman penjelasannya:
Search with Google without getting results from Google sites such as Knol, Blogger and YouTube.
Saya pribadi melihat ini hanya ungkapan sinis, dan para ahli SEO itu pun tidak bisa disalahkan. Mereka mengetahui bagaimana permainan dapur Google, yang juga menjadi sumber nafkah para konsultan SEO tersebut.
Saya juga berpendapat, memang sulit untuk menghentikan Google menjadi perusahaan konten meski janji mereka adalah menjadi jembatan user dan konten. Meski sudah pernah berjanji, Google akan melihat market share mereka di industri search engine sudah mencapai 70% beberapa bulan terakhir dan melihatnya sebagai peluang untuk mengarahkan jutaan pengguna search engine-nya ke layanan mereka sendiri.
Keadaan lain yang mempengaruhi keputusan Google adalah pengguna internet umum/mainstream tidak perduli akan keadaan ini. Mereka tidak mau tahu asal informasi yang mereka cari dari konten Google atau bukan. Yang penting informasi yang mereka cari bisa mereka dapatkan. Bukti lainnya adalah Google malah mendapatkan Customer Satisfaction index tertinggi berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Michigan akhir-akhir ini.
Satu-satunya kemungkinan user berpindah dari Google jika hasil pencarian Google semakin dipenuhi konten tidak bermutu (konon Blogger adalah salah satu tempat spam bercokol paling banyak di dunia, dan Knol menjadi kandidat selanjutnya). Mungkin hal tersebut akan menjadi bumerang bagi Google sendiri di masa depan.
SEO pemula seperti saya hanya bisa jadi penonton, menunggu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pro dan Kontra Komentar di Blog
Dari satu sisi, senang rasanya mendapat komentar di blog, tetapi di sisi lain, ada negatifnya dari sisi Search Engine Optimization.
Semakin banyak komentar di sebuah postingan, semakin runyam keyword yang anda sudah ciptakan di mata Search Engine pada artikel bersangkutan. Ujungnya, bisa-bisa postingan anda ‘kalah’ dibandingkan dengan postingan lain dengan komentar yang lebih sedikit.
Contohnya postingan ini di blog musik saya yang dicuri mentah-mentah di website lain (http://bengkelmusik.com/forum/showthread.php?t=2087 – no link love sorry
). Sebelumnya, saya sempat mencak-mencak karena memandang Google tidak bisa ‘mengenali’ content di website mana yang asli dan dimana yang pencuri. Dari hasil pencarian dengan kata kunci judul artikel tersebut, postingan asli di website saya nomor 2 dan forum pencuri ranking 1. Tetapi, seiring waktu, diskusi di website pencuri semakin intens dan keyword-nya semakin kabur, walhasil dalam beberapa minggu postingan ‘asli’ yang komentarnya lebih sedikit, naik kembali menjadi ranking 1.
Ironis, memang. Tetapi tentunya semua kembali pada tujuan blog anda sendiri. Anda butuh komentar yang banyak dan mengelola sebuah komunitas atau memerlukan banyak pengunjung yang datang dari Search Engine yang sifat dan karakternya datang dan pergi.
Update:
Secara teori, rancunya kata kunci akibat banyak komentar bisa dicegah dengan mem-blok search engine spider untuk meng-index komentar di blog anda menggunakan robots.txt.



